Pagoda Berastagi Taman Alam Lumbini, Pagoda Tertinggi di Indonesia

Pagoda Berastagi merupakan salah satu objek wisata populer yang terletak di Berastagi, Sumatera Utara. Pagoda megah berlapiskan warna keemasan ini merupakan bagian dari kompleks Taman Alam Lumbini (Lumbini Natural Park) yang merupakan tempat ibadah umat Buddha.

Bentuk pagoda ini sangat mirip dengan bentuk Pagoda Shwedagon yang ada di Myanmar sana. Sejatinya, pagoda Taman Lumbini ini memang merupakan replika alias tiruan dari Pagoda Shwedagon.
pagoda berastagi

Karena bentuk arsitektur bangunan pagoda ini benar-benar sangat mirip dengan pagoda Shwedagon di Nyanmar, jika kita berfoto dengan latar belakang pagoda ini, kita mungkin akan dikira sedang berlibur di Myanmar.

Dengan ukurannya yang sangat menjulang keatas, saat ini pagoda ini merupakan pagoda replika tertinggi nomor 2 di Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, bangunan ini menjadi pagoda tertinggi nomor 1 se nusantara.

pagoda taman lumbini

Titi Lumbini, jembatan yang ada di sisi Pagoda emas Berastagi di komplek Taman Alam Lumbini

Lokasi dan Jalan ke Pagoda Berastagi Medan

Alamat Pagoda Berastagi ada di Desa Tongkoh, kec. Dolat Rakyat, Kabajahe, Kab. Karo, Sumatera Utara. Dari kota Medan, tempat wisata ini berjarak kurang lebih sekitar 50 km dan dapat ditempuh dalam kurun waktu 1,5 – 2 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Letaknya yang berada di kaki gunung Sibayak menjadikan salah satu destinasi wisata Berastagi ini memiliki hawa yang sejuk. Akses masuk menuju ke Pagoda Taman Lumbini tergolong cukup mudah. Plang informasi jalan menuju ke objek wisata ini sudah tersedia dengan baik, sehingga kita tidak perlu takut tersesat walaupun baru pertama kali datang ke tempat ini.

Sayangnya, walaupun akses jalan menuju ke Pagoda Berastagi ini sudah cukup bagus, namun fasilitas angkutan umum yang benar-benar langsung menuju ke tempat ini tidak tersedia. Untuk itu, jika kita ingin berkunjung ke tempat ini, mau tidak mau kita harus menggunakan kendaraan pribadi, entah itu sepeda motor ataupun mobil.

Bagi traveler, kita bisa menumpang angkot Sutra ke Berastagi. Nantinya turun di Tahura atau Simpang Tongkoh. Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15-20 menit untuk bisa sampai ke lokasi.

Fasilitas Wisata di Sekitar Pagoda Taman Lumbini

pagoda medan wisata pagoda berastagi taman alam lumbini medan sumut
Fasilitas wisata di sekitar Taman Lumbini Berastagi sudah tergolong cukup lengkap. Dari mulai tempat parkir, tempat berteduh, sampai dengan toilet, semuanya sudah tersedia di tempat ini. Disini juga terdapat tempat makan yang menyajikan menu vegetarian.

Jika ingin menginap tak jauh dari lokasi, maka kita harus mencarinya di Kota Berastagi atau pun di Kabupaten Karo. Satu hal yang harus kita ingat, khususnya untuk kita yang beragama Muslim, saat hendak mencari tempat makan, usahakan untuk mencari tempat makan yang berlabel “Rumah Makan Muslim”. Kenapa? Karena rumah makan yang kita kunjungi tidak berlabel rumah makan muslim, maka kemungkinan besar rumah makan tersebut adalah rumah makan yang tidak halal (untuk umat muslim).

Jika kita ingin membeli oleh-oleh untuk keluarga kita di rumah, tidak jauh dari lokasi taman ini kita bisa menemui sebuah pasar kaget yang digunakan oleh masyarakat sekitar untuk menjual hasil pertanian dari kebun pribadi milik mereka dengan harga yang sangat terjangkau.

Tiket Masuk ke Taman Lumbini

harga tiket masuk pagoda berastagi
Karena merupakan tempat ibadah, Taman Lumbini dapat dikunjungi secara cuma-cuma alias gratis. Di gerbang pintu masuk, para wisatawan hanya diminta untuk mengisi buku tamu yang ditujukan untuk aktivitas dokumentasi dan keamanan.

Nah, sesampainya di dalam lokasi Pagoda Berastagi Medan, jika ingin masuk ke bagian dalam kuil, barulah kita akan dikenai biaya. Biasanya besaran biaya yang dibebankan pada pengunjung adalah seharga 10 ribu rupiah saja per orang.

Khusus untuk kita yang berkunjung ke tempat ini dengan menggunakan kendaraan pribadi, kita nantinya juga akan dikenai ongkos parkir sebesar 3 ribu rupiah untuk kendaraan roda dua dan 5 ribu rupiah untuk kendaraan roda empat.